Derita Salma yang Terindikasi Hydrocephalus

Penting tulisan ini untuk dibaca dan dishare kepada semua orang agar salah seorang yang terindikasi mengalami penyakit Hydrocephalus bisa tetangani dengan baik. Dan semoga tulisan ini juga bisa mengetuk hati Pemerintah Daerah setempat khususnya Pemerintah Kab. Gowa untuk mendengar dan merasakan keluhan warganya.
Berkat mahasiswa Prakrik Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Gerontik di Kec.Pattalasang Kabupaten Gowa. Setelah penerimaan mahasiswa tanggal 28 Desember 2015 kemarin dan dilanjutkan dengan melakukan pengajian Keperawatan Komunitas. Praktik Keperawatan Komunitas biasa juga disebut prakrik keperawatan masyarakat. Jadi mahasiswa Keperawatan UMI angkatan 2012 langsung melakukan pengkajian kepada masyarakat dengan sungguh-sungguh. Mahasiswa Keperawatan UMI melakukan pengkajian door to door atau dari rumah ke rumah dengan penuh cermat.
Berdasarkan hasil pengkajian atau hasil wawancara langsung dengan kepada salah satu Kepala Keluarga di Desa Panaikang Kec Pattalssang. Seorang mahasiswa yang bernama Gusti Ayu yang berasal dari Posko V dalam pembagian Posko mahasiswa Praktik Komunitas. Gusti melaporkan dan meceritakan kepada salah seorang Dosen Pembimbing Keperawatan UMI yang bernama Brajakson Siokal, S.Kep,Ns tentang penderitaan dari salah satu anggota keluarga di Dusun Saile Desa Panaikang tersebut.
Anggota keluarga yang mengalami penderitaan itu namanya Salmawati. Seorang anak yang masih berusia 10 tahun. Penyakit yang dialami adik Salma adalah penyakit yang terindikasi mengalami Hydrochepalus. Dialami oleh adik Salma sejak usia 5 bulan, awalnya Salma jatuh dan terbentur kepalanya berdasarkan penuturan dari ibu kandungnya.

2016-01-11_06.48.03

Adik Salma Sumber Foto dari Gusti Mahasiswa Keperawatan UMI Angkatan 2012

Berdasarkan keterangan dari keluarga Salma, kasus ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat. Adik Salma pernah dibawa ke Rumah Sakit setempat tetapi 2 minggu di sana Salma tidak mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius, hingga akhirnya 2 minggu berlalu di RS kesehatan adik Salma tidak mengalami perubahan apa-apa. Orang tua Salma menjadi trauma akan pelayanan kesehatan sehingga memutuskan merawatnya di rumah.
Sampai saat ini adik Salma tidak mendapatkan perawatan yang berarti padahal pemerintah dengan gencarnya memamerkan berbagai program kesehatan GRATIS dengan Pelayanan Prima. Apakah program kesehatan ini sudah behasil? kenapa masih ada adik seperti Salma yang terindikasi mengalami Hydrochepalus dan sudah 10 tahun usianya hingga saat ini dibiarkan begitu saja? Dimana tanggung jawab Pemerintah setempat?
Penulis

Brajakson Siokal

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s